Tulisan-tulisan ini...

Semua tulisanku diinspirasikan oleh kisah nyata, sungguh nyata, dengan nama dan beberapa hal telah kuganti untuk melindungi privasi orang yang bersangkutan. Tulisan-tulisanku ini tidak untuk mengangkat 'kecengengan' atau 'kesedihan' tetapi sebaliknya, kisah-kisah yang kutulis ini adalah kisah-kisah perjuangan yang walau tidak mudah namun akhirnya penuh kemenangan dari pribadi-pribadi yang berhati baik.

-Salam hormat & kasihku untuk semua keluarga Indonesia.

Doa Ibu yang Kulecehkan

Dari kecil aku memang dikenal sebagai anak perempuan pemberontak. Melihat ayahku naik pitam atau ibuku menangis tersedu-sedu karena ulahku, itu pemandangan biasa. Ayah, ibu dan adik-kakakku, semua baik-baik saja, memang hanya aku yang selalu melihat lingkungan sekitarku seperti memusuhiku dan aku merasa perlu untuk menunjukkan pada semua orang bahwa aku tidak memerlukan siapa-siapa di dalam hidup ini. Tak ada orang di rumahku yang dapat menyelesaikan kalimat-kalimat mereka jika berbicara denganku, sebelum selesai kalimat mereka aku sudah memaki mereka atau pergi dan membanting pintu kamarku agar mereka tahu bahwa aku tidak perlu nasehat mereka.

     Satu hal aneh yang selalu kudengar jika malam-malam melewati kamar orangtuaku, seringkali aku mendengar ibuku mengulangi doanya yang sama untuk anak-anaknya, dan doa untuk diriku akan berbunyi demikian, “Terimakasih Tuhan, Kauberikan Vera di dalam hidupku. Kami memang tak sering berbicara bersama tapi aku sangat menyayangi anakku. Jagalah Vera dimanapun ia berada. Berkatilah ia selalu dengan hidup yang baik.” Bagiku, berdoa seperti itu terasa sungguh berlebihan, tak ada gunanya, entahlah siapa yang akan mendengarkan. Perasaanku pun relatif biasa saja ketika ibuku meninggal karena penyakitnya. Bagiku, semua orang pasti mati, tidak ada yang perlu terlalu dipikirkan atau ditambahkan dengan doa yang bertele-tele.

     Namun ada satu hari yang telah merubah cara pandangku yang naif. Hari itu bayiku yang berusia satu minggu terbujur membiru di ruang gawat darurat, aku merasa duniaku bagai runtuh tak terkira. Aku merasa menjadi seorang yang paling tak berdaya di dunia, aku akan melakukan hal apapun, jika perlu aku akan merangkak dan menyembah kaki siapapun yang bisa menyelamatkan bayiku. Di dalam kepanikan yang luar biasa itu, aku berdoa, “Tuhan, berikan anakku kesembuhan.” Tiga malam bayiku berada di ruang ICU dengan keadaan tidak stabil. Tiga malam pula aku berdoa tak hentinya untuk anakku, selama tiga malam itu pula hatiku bertambah sedih mengingat ibuku yang juga tak pernah berhenti mendoakan agar aku diberkati dengan hidup yang baik. Dulu doa-doanya untukku sering kulecehkan, tapi kini aku mengerti betapa pentingnya doa itu, betapa besar harapan ibuku agar aku memiliki hidup yang baik sebesar harapanku  meminta agar bayiku dapat terus hidup.

     Dan ketika bayiku tak terselamatkan, aku masih terus tak henti-henti berdoa agar Tuhan memberikannya hidup yang baik di Surga. Tuhan memang tidak mengabulkan doaku, tapi IA mengabulkan doa ibuku agar aku memiliki hidup yang baik karena kejadian itu telah meruntuhkan kesombonganku dan mengajarkanku untuk lebih berserah pada Tuhan terutama di dalam mendidik 2 putraku sekarang ini.

Yacinta Senduk SE, SH, MBA, LLM
Principal of Yemayo Advance Education Center - Kursus Kecerdasan Pribadi Pertama di Indonesia untuk usia 2 s.d 19 tahun
FB fanpage: Yacinta Senduk
Follow twitter: @Yacinta_Senduk
Add Yemayo-AEC BB Pin: 2736346A untuk twitter keluarga harian
Mari berkenalan dengan Pre-School kami untuk usia 2 s.d 6 tahun, dengan konsep interaksi penuh dengan murid, harga bersahabat dan sangat bermutu tinggi: www.juniory-pre-school.blogspot.com

Pesan Calon Ayah Mertua


      Dahulu, ketika aku akan melamar pacarku, yang sekarang telah 10 tahun menjadi istriku, aku ingat benar kata-kata yang diucapkan oleh ayah calon mertuaku saat itu.
     “Kamu benar mau menikahi, Ratna?” Tanya pria itu tegas.
     “Iya, oom. Saya benar-benar berniat untuk menikahi Ratna.” Jawabku tanpa ragu.
     “Kamu yakin bisa menjaga Ratna?” Kembali ia bertanya.
     “Saya benar-benar yakin bisa menjaga Ratna, oom.” Kembali aku menjawab penuh keyakinan. Aku memang tidak pernah main-main dalam hal-hal penting. Jika aku menginginkan sesuatu, akan benar-benar aku lakukan sampai aku berhasil dan aku tidak ingin ada kemunduran dari apa yang kucapai, itu prinsipku.
     “Baik… Ada satu hal yang harus kamu ingat baik-baik.” Kata pria itu sambil memandangku tajam. Betapa tak nyamannya mendapatkan tatapan mata seperti itu, terasa seperti ia mau melakukan hal yang begitu buruk padaku.
     “Jika, oom mendengar kau mempermainkan Ratna  maka tak segan-segan oom akan melakukan sesuatu yang tak kalah menyakitkannya untukmu… Tetapi, kalau Ratna yang menyia-nyiakan rumah tangganya, oom pun akan mendampratnya dan mengembalikannya kepadamu agar ia menjadi istri dan ibu anak-anak yang baik.” Kata calon mertuaku itu. Semula aku merasa ia seperti mengancamku, tetapi ternyata ia pun akan melakukan hal yang sama jika anaknya berbuat semena-mena terhadap pernikahan kami.
     “Dan… Walaupun, oom sudah mati nanti, dan ternyata kau menyia-nyiakan Ratna… Oom akan mengejarmu dari alam kubur!!! Ingat itu! Ini berlaku juga untuk Ratna! Dia.. juga harus menjadi istri dan ibu yang baik!” Nadanya terdengar seram. Benar atau tidaknya calon mertuaku itu bisa bangkit dari alam kubur, bukan itu masalahnya. Ia hanya memastikan aku mengerti bahwa aku tidak boleh menyia-nyiakan anaknya dan anaknya pun tidak boleh menyia-nyiakan rumah tangganya. Sungguh acara lamaranku itu agak aneh jadinya. Jika kuceritakan tentang apa yang dikatakan ayah mertuaku itu pada kenalan-kenalanku, mereka menertawakan hal itu, menganggapnya lucu sekaligus mengerikan.
     Setelah 10 tahun menjadi mertuaku, aku melihat betapa ia sangat menjunjung tinggi nilai-nilai keluarga. Ia menghormati dan menyayangi pasangan hidupnya, ia pun tetap menjaga anak-anaknya yang semuanya sudah berumahtangga dengan kadar yang pas dan berwibawa. Kini aku memiliki 2 orang putri kecil yang cantik-cantik… Dalam hati aku sering bertanya, apa yang akan kukatakan pada calon pasangan mereka saat mereka dilamar nanti? Mungkin tak perlu bawa-bawa alam kubur ya…  Tapi memang seharusnyalah ada pesan yang baik tentang kesungguhan ber-rumah tangga.

Yacinta Senduk SE, SH, MBA, LLM
Principal of Yemayo Advance Education Center - Kursus Kecerdasan Pribadi Pertama di Indonesia untuk usia 2 s.d 19 tahun
FB fanpage: Yacinta Senduk
Follow twitter: @Yacinta_Senduk
Add Yemayo-AEC BB Pin: 2736346A untuk twitter keluarga harian
Mari berkenalan dengan Pre-School kami untuk usia 2 s.d 6 tahun, dengan konsep interaksi penuh dengan murid, harga bersahabat dan sangat bermutu tinggi: www.juniory-pre-school.blogspot.com

Twitter Keluarga, 2 Juli 2012


Twitter Keluarga

Senin, 2 Juli 2012

Sebelum berkata-kata ttg seseorang, pastikan kau tahu bgmn rasanya benar2 menjadi dirinya. Hindari gosip & asumsi2 tak adil.

Suami.. Ingatlah bahwa sebutan 'suami' dan 'ayah' adalah sebutan yg bermuatan tanggungjawab yg indah utk dijalani dgn hati yg tulus.

Dan sebuah sebutan lagi utkmu, kiranya selalu kauingat, bangga dan akan menjadi catatan kenangan keluarga & turunanmu adl 'kepala keluarga'.

Istri.. Mengusahakan kebersihan rumah dan kehangatan komunikasi keluargamu adl suatu kewajiban manis, janganlah dikeluhkan.

Di dlm keluarga terdapat bbrp individu yg memiliki keinginan2 berbeda. Jadilah pemersatu yg tulus. 

Di kebanyakan rumahtangga, ibu-lah yg pandai menyatukan konflik yg terjadi & menyikapi segala situasi dgn tenang & bijak.

Anak.. Pada masa liburan ini, perhatikan baik2 aktivitas-mu. Liburan bukan utk menidurkan jiwa & semangatmu, namun utk menyegarkan dirimu.

Isilah liburanmu dgn kegiatan2 yg berguna secara aktif agar saat masuk sekolah nanti kau kembali siap hadapi tantangan thn ajaran baru.

Malam

Suami.. Sudah lama kau tidak menyiapkan kejutan kecil utk istrimu. Memberikannya sesuatu atau mengajaknya pergi, berbincang manis dgnnya.

Dan di bawah sinar bulan kau memeluknya mesra ataupun sekedar menggodanya bagai masa dulu kau mengingininya.

Istri.. Tahukah engkau kesulitan suamimu di dlm hidupnya. Sbg pasangan hidup, mengerti jugalah kesulitannya, jgn terlalu byk menuntut.

Mengertilah dia, hiburlah dia dan tetap berikan semangat padanya. Lewatilah segala masa, baik pun buruk, dgn setia & penuh cinta.

Anak.. Jika tak banyak yg kaulakukan selama liburan ini, bantulah membereskan rumah. Kegiatan 'membereskan' merangsang otakmu utk berpikir.

Menempatkan barang2 pada tempat yg tepat, membuang barang2 tak berguna.. Akan menjadi latihan manajemen awal bagimu.

Selamat malam keluarga Indonesia.. Syukurilah hidup ini dgn segala apa yg terjadi di dlmnya. Cukupkan istirahatmu.

Yacinta Senduk SE, SH, MBA, LLM
Principal of Yemayo Advance Education Center - Kursus Kecerdasan Pribadi Pertama di Indonesia untuk usia 2 s.d 19 tahun
FB fanpage: Yacinta Senduk
Follow twitter: @Yacinta_Senduk
Add Yemayo-AEC BB Pin: 2736346A untuk twitter keluarga harian
Mari berkenalan dengan Pre-School kami untuk usia 2 s.d 6 tahun, dengan konsep interaksi penuh dengan murid, harga bersahabat dan sangat bermutu tinggi: www.juniory-pre-school.blogspot.com