Satu hal aneh
yang selalu kudengar jika malam-malam melewati kamar orangtuaku, seringkali aku
mendengar ibuku mengulangi doanya yang sama untuk anak-anaknya, dan doa untuk
diriku akan berbunyi demikian, “Terimakasih Tuhan, Kauberikan Vera di dalam
hidupku. Kami memang tak sering berbicara bersama tapi aku sangat menyayangi
anakku. Jagalah Vera dimanapun ia berada. Berkatilah ia selalu dengan hidup
yang baik.” Bagiku, berdoa seperti itu terasa sungguh berlebihan, tak ada
gunanya, entahlah siapa yang akan mendengarkan. Perasaanku pun relatif biasa
saja ketika ibuku meninggal karena penyakitnya. Bagiku, semua orang pasti mati,
tidak ada yang perlu terlalu dipikirkan atau ditambahkan dengan doa yang
bertele-tele.
Namun ada satu hari yang telah merubah cara
pandangku yang naif. Hari itu bayiku yang berusia satu minggu terbujur membiru
di ruang gawat darurat, aku merasa duniaku bagai runtuh tak terkira. Aku merasa
menjadi seorang yang paling tak berdaya di dunia, aku akan melakukan hal
apapun, jika perlu aku akan merangkak dan menyembah kaki siapapun yang bisa
menyelamatkan bayiku. Di dalam kepanikan yang luar biasa itu, aku berdoa,
“Tuhan, berikan anakku kesembuhan.” Tiga malam bayiku berada di ruang ICU
dengan keadaan tidak stabil. Tiga malam pula aku berdoa tak hentinya untuk
anakku, selama tiga malam itu pula hatiku bertambah sedih mengingat ibuku yang
juga tak pernah berhenti mendoakan agar aku diberkati dengan hidup yang baik.
Dulu doa-doanya untukku sering kulecehkan, tapi kini aku mengerti betapa
pentingnya doa itu, betapa besar harapan ibuku agar aku memiliki hidup yang
baik sebesar harapanku meminta agar
bayiku dapat terus hidup.
Dan ketika
bayiku tak terselamatkan, aku masih terus tak henti-henti berdoa agar Tuhan
memberikannya hidup yang baik di Surga. Tuhan memang tidak mengabulkan doaku,
tapi IA mengabulkan doa ibuku agar aku memiliki hidup yang baik karena kejadian
itu telah meruntuhkan kesombonganku dan mengajarkanku untuk lebih berserah pada
Tuhan terutama di dalam mendidik 2 putraku sekarang ini.
Yacinta Senduk SE, SH, MBA, LLM
Principal of Yemayo Advance Education Center - Kursus Kecerdasan
Pribadi Pertama di Indonesia untuk usia 2 s.d 19 tahun
FB fanpage: Yacinta Senduk
Follow twitter: @Yacinta_Senduk
Add Yemayo-AEC BB Pin: 2736346A untuk twitter keluarga harian
Mari berkenalan dengan Pre-School kami untuk
usia 2 s.d 6 tahun, dengan konsep interaksi penuh dengan murid,
harga bersahabat dan sangat bermutu tinggi: www.juniory-pre-school.blogspot.com


