Tulisan-tulisan ini...

Semua tulisanku diinspirasikan oleh kisah nyata, sungguh nyata, dengan nama dan beberapa hal telah kuganti untuk melindungi privasi orang yang bersangkutan. Tulisan-tulisanku ini tidak untuk mengangkat 'kecengengan' atau 'kesedihan' tetapi sebaliknya, kisah-kisah yang kutulis ini adalah kisah-kisah perjuangan yang walau tidak mudah namun akhirnya penuh kemenangan dari pribadi-pribadi yang berhati baik.

-Salam hormat & kasihku untuk semua keluarga Indonesia.

Tak mengapa ayah lapar...

26 Februari 2012

Duduk santai di sebuah rmh makan, ada satu keluarga kecil yg sgt menarik perhatianku.

Ketika makanan diantar, sang ayah terlihat antusias ingin menyantap. Sementara istri & anak2 mengatur tata letak makanan yg baru datang itu.

Suami siap menyantap makanan, tampak benar ia sangat lapar rupanya. Namun bayi mrk yg di kereta bayi menangis kencang..

Kemudian sang istri menghibur bayi mrk, dua kakak perempuan bayi itu pun heboh mencoba menenangkan bayi yg makin kencang menangis.

Melihat kegiatan sibuk anak istrinya, ayah yg kelaparan itu membatalkan suapan pertama. Tangan kirinya menyentuh bayi mrk dlm kereta bayi.

Ajaib.. Bayi itu segera diam. Istri-anak2 siap kembali mengambil posisi makan. Tangan kiri sang suami msh menyentuh bayi di keretanya.

Tangan kanannya, berhasil memasukkan suapan pertamanya. Walau tampak kelaparan, matanya tak lepas melirik bayi itu.

Baru hendak memasukkan suapan yg kedua, bayi mrk tiba2 menangis lagi, kecang sekali. Istri & anak2 kembali bersiap utk membujuk sang bayi.

Namun segera sang ayah yg belum lg menyuapkan suapan kedua, berdiri & berkata, 'sudah tdk apa, bapak saja. Kalian makan dulu.'

Istri & anak2 kembali makan. Sang ayah berdiri mengeluarkan bayinya dari kereta lalu menimang bayinya & berjalan keluar rmh makan.

10 menit kmdn ayah itu kembali lg dgn bayinya telah tertidur pulas. Anak-istrinya telah selesai makan. Nasi-lauk di piringnya telah dingin.

Perlahan diletakkan bayi yg telah pulas itu di kereta. Ayah itu duduk tersenyum, tak sedikitpun ada kekesalan di wajahnya.

Dgn tenang sang ayah melanjutkan suapan yg kedua dgn lahap.. Sungguh indah keluarga ini. Semoga semua keluarga Indonesia demikian... ♥

Follow Twitter: @Yacinta_Senduk
Add BB Pin Yemayo-AEC: 2736346A
Fanpage Facebook: http://www.facebook.com/pages/Yacinta-Senduk/124113834349748
Tulisan keluarga: www.yacintasenduk.blogspot.com